Pempek merupakan makanan tradisional masyarakat Palembang yang bergizi tinggi dan nikmat. Karena pempek terbuat dari bahan dasar daging ikan yang sudah digiling dan tepung tapioka. Kandungan gizi utama pada pempek adalah protein, lemak, dan karbohidrat yang diperoleh dari ikan dan tepung tapioka. 

Kandungan gizi lainnya berupa vitamin dan mineral. Perbandingan ikan, air, tepung tapioka, dan garam sangat berpengaruh terhadap nilai gizi, rasa, warna, kekenyalan, serta karakteristik lainnya. Penggunaan ikan akan mempengaruhi citarasa dan aroma makanan ini.

Komposisi zat gizi pempek berbeda-beda menurut jenis serta bahan baku ikan yang digunakan. Pempek telor dan kapal selam memiliki kadar protein, lemak, dan vitamin A lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya karena adanya penambahan telur didalamnya.

Maraknya pempek sebagai kuliner yang diperdagangkan. Proses pembuatan pempek menjadi hal yang penting di perhatikan konsumen. Karena pempek yang merupakan makanan sehat dan menyehatkan itu menjadi tidak sehat ketika proses pembuatannya tidak benar.

Salah satu proses pembuatan pempek yang tidak baik adalah menggunakan bahan pengawet dan pemutih. Dengan menggunakan bahan pemutih, pedagang menekan biaya produksi dengan menggunakan daging ikan ‘asalan’, dengan ditambah pemutih makan pempek yang dihasilkan akan tempak seperti pempek yang menggunakan daging ikan pilihan. Namun apabila kita jeli, tentu pemepk yang mengunakan pemutih akan memeiliki warna putih seperti kertas.

Sedangkan pengawet / borak digunakan untuk produksi pempek dalam skala besar atau banyak. Dengan menggunakan pengawet tentu akan menguangi resiko kerugian bagi pedagang apabila pempek yang dibaut dalam skala banyak terseut tidak laku terjual dalam waktu cepat.

Demikian halnya dalam membuat cuka pempek. Cuka pempek yang baik menggunakan asam jawa, namuan sebagian ada yang menggunakan cuka botol. tentu hal tersebut akan mempengaruhi citra pempek sebagai makanan sehat dan menyehatkan.